Skip to main content
Payah, mengucapkan selamat tinggal saja lidahmu kelu
Aku tidak pergi, tidak
Barangkali beri aku waktu sejenak
Aku lebih suka mengamatimu puluhan kilometer dari sini
Kita tetap bersama dalam ruang yang berbeda
Berhentilah mendalih, aku paham

Merindu bukan?

Pulanglah sebentar
Kembalilah saat kau ingin duduk berteduh

Comments

Popular posts from this blog

T i t i a n

[T I T I A N] author: Dilla Nursyafitri
 Kita ga pernah tau orang-orang terpilih yang doanya mustajab di sisi Allah. Jadi, perhatikanlah bagaimana lisanmu terhadap sesama. Jangan sampai doanya menghambat dunia bahkan akhiratmu.