Skip to main content

Posts

Hai, Boleh Cerita Disini?

Kenapa orang lain memaksa kita terus agar punya anak? Tulisan ini dibuat sebagai gambaran bagaimana pertanyaan-pertanyaan diberikan dari sudut pandang pengalaman penulis sebagai objek penerima pertanyaan serupa, “kapan mau punya anak?”.    Mengapa seseorang terus merasa seperti ingin berperan dalam kehidupan kita? Sekalipun jawaban yang keluar dari mulut kita dirasa tidak begitu ideal bagi hidup mereka, lantas apakah akan mengurangi jatah makan mereka? Lagi-lagi ketika berhadapan dengan kata tanya “kapan?” Kita secenayang itukah untuk memberikan gambaran masa depan dan membaca garis takdir masa depan? Bukan hanya memberikan rasa tidak nyaman didengar, tetapi memberikan pressure batin yang tidak tampak, terutama bagi pihak perempuan. Terlebih, jika pertanyaan ini asalnya dari keluarga lelaki, atau dari pihak lelaki itu sendiri. Doktrin bahwa pernikahan harus langsung dihadirkan anak, apakah di kondisi sekarang cukup ideal? Kita tarik waktu ke belakang sedikit.  Mengapa kit...
Recent posts

Jika kau tak suka membaca, minimal cari pasangan yang suka membaca.

Jika kau tak suka membaca, minimal cari pasangan yang suka membaca. Biarkan di tengah kebisingan dunia, ada seseorang yang tahu cara menenangkan suara, membuka buku, dan meletakkan makna di meja makan. Mungkin kamu membaca Pendidikan Kaum Tertindas, lalu melihatku seperti Paulo Freire melihat murid-muridnya—bukan sebagai wadah yang kosong, tapi sebagai manusia yang sedang berkembang. Dari situ kau tahu, bahwa cinta tidak hanya mengisi hati, tapi juga memberi rasa bebas. Biarkan... ketika matamu lelah dan tertutup, ia menyerukan pelajaran dari The Little Prince, bahwa hal-hal yang penting sering kali tidak terlihat dengan mata. Dan kau mulai tahu, betapa dunia selalu mengajarkan kita untuk mengukur segala sesuatu, tapi lupa mengajarkan cara merasakan hal itu. la hadir bukan untuk memberimu petunjuk, melainkan keberanian untuk tersesat tanpa takut kehilangan diri. Biarlah, ketika hidup terasa sempit, ada seseorang yang menatapmu dengan mata yang baru saja kembali dari perjalanan panjang—...

As A Wife

Menjalani kehidupan dengan peran baru sebagai seorang istri, sebuah amanah yang tampaknya harus diemban wanita dua puluh empat tahun ini. Dari sepersekian proses adaptasi, mungkin untuk sepenuh hati tunduk kepada suami selama seumur hidup adalah proses belajar yang tentunya memerlukan waktu yang tidak sebentar. Bukan hal mudah bagi dua kepala dengan perbedaan pola asuh dan karakter ini dalam menarik benang merah saat proses penyesuaian berlangsung terutama dalam menyatukan perspektif. Bagaimanapun, tidak ada pasangan yang benar-benar sempurna. Yang ada ialah mereka yang mampu melengkapi ketidaksempurnaan tersebut dan menjadikannya ideal dengan versinya sendiri. Setiap hari dituntut untuk saling belajar dan mau berbenah diri. Belajar tidak memberi makan ego, belajar bagaimana komunikasi efektif, belajar menjadi pendengar, belajar membaca dan memaknai sinyal semesta. Dan sebaik-baiknya tujuan berpasangan adalah bersama-sama memburu cinta Sang Pencipta, bagaimana agar saling back up iman ...

Seberapa random keluargamu?

Kejadian ter-speechless yang pernah terjadi di rumah. Pernah pas aku mudik, kondisi lagi hujan deras menjelang magrib. “Loh, kok ayah ke masjid?” “Iya kan bentar lagi mau solat maghrib” “Tapi masih deres di luar, solat di rumah aja” “Ntar ga lagi ke masjid, kalau udah meninggal” Deg. Aku dan ibukku saling toleh dan berakhir senyum-senyum sendiri.

Metamorphase

Sudah sejauh mana dirimu? Ngejauh dari apa sih kalau boleh tau? Ada yang dikejar? People change people.  Sejauh mana orang-orang mengubahmu? Gimana?  Bentar, buru-buru banget pertanyaannya, gabisa duduk dulu? 

Romanticizing little thing

[Capture of Nature] Mari merayakan hal-hal kecil di hidup ini. Perhatikan sekitarmu yang mungkin jarang diamati kebanyakan orang. Setiap benda yang mengisi ruang, awan yang bergerak, semut yang berhasil menjangkau dahan atau sekedar memperhatikan manusia yang lalu lalang, meninggalkan momen yang sayang sekali untuk diburu-burui. Waktu jadi lebih cepat bergerak pada dunia yang riuh, sesekali kita yang harus mencoba hening.  Katanya, jangan mengambil apapun selain gambar. Ternyata tidak buruk menyempatkan diri menjepret random untuk sekedar recall memori ada hal baik apa yang terjadi di hari itu. 

Dunia boleh jahat, tapi kamu jangan :)

Kita harus tetap jadi orang baik, walau sejahat apapun dunia memperlakukan kita.  Kita harus selalu baik saat sedang di titik terendah sekalipun. Memang tindakan orang lain terhadap kita adalah di luar kendali kita. Kita ga bisa nuntut semua orang bakal ngelakuin hal yang sama. Tapi Allah notice kok setiap usaha yang kamu kerjakan, gaada yang sia-sia. Ga dapet lingkungan yang baik juga bukan berarti kamu harus berhenti dalam menebar kebaikan. Sabar ya, mungkin belum ketemu aja orang-orangnya. Bisa jadi, kebaikan itu dititipkan lewat kamu untuk disebarluaskan. Terus jadi salah satunya. Jangan berhenti sampai Allah bilang "Udah cukup, yuk pulang"    :') Pokoknya gaboleh bosan jadi orang baik. Sampai orang-orang di sekitar kamu sadar kalau ada yang hilang ketika kamu udah gaada di dunia ini.