Skip to main content

Menjelang sepuluh hari terakhir di penghujung ramadan

Semoga Allah membantu kita agar tidak lalai dan terus disibukkan perkara dunia. Semoga Allah mudahkan to do list yang belum berjalan dengan baik, yang kita rencanakan sebelum ini. Semoga kita selalu menyempatkan diri untuk meluangkan waktu mengerjakan amalan di sela-sela padatnya jam kerja kita. Lagi-lagi lemahnya diri membuat diri terkadang menomorduakan kepentingan akhirat. Ah, betapa masih rendahnya kualitas iman. Semoga Allah meneguhkan hati yang dikit-dikit ga enakan ini, ya. Agar selalu istiqomah, walaupun dijauhi orang banyak adalah resikonya. Gapapa semua orang pergi, selagi Allah masih ada, kita akan baik-baik saja. 

Sepuluh hari terakhir di penghujung ramadan. Saat waktu udah berjalan separuh baru tersadar, ya Allah waktunya kemarin sia-sia. Janji-janji pemenuhan ibadah yang dari ramadan entah tahun ke berapa ditulis, masih stuck dan terasa jalan di tempat. Lagi-lagi betapa sulitnya istiqomah di lingkungan yang tidak memaklumi pembatasan waktu selama bulan ramadan. Work life (not) balance. 

Comments

Popular posts from this blog

 Sebenarnya siapa yang perlu dikasihani? Orang-orang Palestina telah jelas memperoleh tiket ke syurga dengan cara syahid. Sementara kita belum tau nanti akhir hidupnya seperti apa 😭
 How many times ‎do you need to be told ‎that God is close to you ‎before your heart is reassured? ‎His words, ‎“Surely I am near” ‎are preserved for eternity. ‎So when your heart quivers  ‎with uncertainty ‎look no further than His Book. ‎You can read it ‎a million times ‎and still find Him telling you ‎“Surely, I am near.” ‎“تَÙˆَÙƒُّÙ„”