Skip to main content

Rindu begitu pandai dalam hal kamuflase. Kadang ia menjelma aroma, makanan dan tempat yang pernah kita kunjungi. Ajaibnya, otak kita merespon sebagai momen yang dibawa melalui memori. Itulah mengapa kita dapat mengenang peristiwa yang sama persis namun dengan orang yang berbeda. Deja vu.

Wangi yang kita hirup, makanan yang kita pesan dan berada di daerah yang sama, seperti nostalgia yang tidak menunggu perintah.  Kita sepersekian detik ikut terbawa dalam dimensi lain, diantar mesin waktu menuju kapan peristiwa itu terjadi.

Comments

Popular posts from this blog

 Sebenarnya siapa yang perlu dikasihani? Orang-orang Palestina telah jelas memperoleh tiket ke syurga dengan cara syahid. Sementara kita belum tau nanti akhir hidupnya seperti apa 😭
 How many times ‎do you need to be told ‎that God is close to you ‎before your heart is reassured? ‎His words, ‎“Surely I am near” ‎are preserved for eternity. ‎So when your heart quivers  ‎with uncertainty ‎look no further than His Book. ‎You can read it ‎a million times ‎and still find Him telling you ‎“Surely, I am near.” ‎“تَÙˆَÙƒُّÙ„”