Aku seperti tidak berada dalam diriku sendiri. Ada banyak karakter diri yang harus ditopengkan demi dapat bertahan di lingkungan orang banyak. Entahlah dampak panjangnya akan seperti apa. Namun, sejauh ini langkahku cukup baik. Baik bagi orang lain, bukan begitu? Diri ini sejujurnya merasa tak nyaman. Aku tidak mengenal aku yang pesimis, mudah menyerah, dan menaruh sedikit percaya terhadap apa yang aku punya. Tuntutan saat berada di lingkungan dengan personaliti yang berbeda hampir membuat aku kehilangan diriku yang benar-benar aku. Sulit sekali menyatukan isi kepala manusia. Ini seperti berada dalam diriku yang lain. Terkadang rehat dari riuhnya sekitar adalah pilihan yang tepat. Tepat untuk memulihkan energi yang habis lantas terlalu sering memaksakan diri sendiri.
Ya Allah, hamba telah berusaha menjaga diri dari apa-apa yang engkau larang. Berilah hamba kekuatan untuk selalu berada di jalan yang Engkau ridhoi. Lindungi hamba dari hal buruk yang akan membuat hamba jauh dari-Mu. Perkenankan hamba mendapat balasan yang manis dari-Mu kelak Ya Rabb. Hamba yakin janji-Mu selalu Engkau tepati. Jika kematian baik untukku, maka hamba ikhlas menerima takdir-Mu. Perkenankan hamba menjadi sebaik-baiknya seorang hamba sebelum kembali ke sisi-Mu. Hamba meminta akhir yang baik, dalam keadaan sedang mengingat-Mu dengan setinggi-tingginya iman. Semoga pada akhirnya nanti, Allah panggil dengan lembut layaknya dalam Surah Al-Fajr ini: يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ (27) ارْجِعِي إِلَى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً (28) فَادْخُلِي فِي عِبَادِي (29) وَادْخُلِي جَنَّتِي (30) “ Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam syurga-Ku .” (QS. Al-Fa...
Comments
Post a Comment