Skip to main content

Me Now vs Past

Aku seperti tidak berada dalam diriku sendiri. Ada banyak karakter diri yang harus ditopengkan demi dapat bertahan di lingkungan orang banyak. Entahlah dampak panjangnya akan seperti apa. Namun, sejauh ini langkahku cukup baik. Baik bagi orang lain, bukan begitu? Diri ini sejujurnya merasa tak nyaman. Aku tidak mengenal aku yang pesimis, mudah menyerah, dan menaruh sedikit percaya terhadap apa yang aku punya. Tuntutan saat berada di lingkungan dengan personaliti yang berbeda hampir membuat aku kehilangan diriku yang benar-benar aku. Sulit sekali menyatukan isi kepala manusia. Ini seperti berada dalam diriku yang lain. Terkadang rehat dari riuhnya sekitar adalah pilihan yang tepat. Tepat untuk memulihkan energi yang habis lantas terlalu sering memaksakan diri sendiri.

Comments

Popular posts from this blog

 Sebenarnya siapa yang perlu dikasihani? Orang-orang Palestina telah jelas memperoleh tiket ke syurga dengan cara syahid. Sementara kita belum tau nanti akhir hidupnya seperti apa 😭
 How many times ‎do you need to be told ‎that God is close to you ‎before your heart is reassured? ‎His words, ‎“Surely I am near” ‎are preserved for eternity. ‎So when your heart quivers  ‎with uncertainty ‎look no further than His Book. ‎You can read it ‎a million times ‎and still find Him telling you ‎“Surely, I am near.” ‎“تَÙˆَÙƒُّÙ„”