Skip to main content

Beauty Standard

 "Kamu sekarang iteman ya"

"Kok gendutan sih"

"Jadi agak glow down, beda dengan yang dulu"

"Coba dandan dikit biar keliatan agak cantik"

"Jerawatan yaa sekarang"

Familiar? Kalau iya, sudah berapa kali kalian dituntut untuk seperti "perempuan kebanyakan"? Yang ingin kutanyakan adalah memangnya "perempuan kebanyakan" itu yang seperti apa? Yang putih? Langsing? Tinggi? Atau yang setiap keluar rumah selalu well-dressed dan wajahnya terlapis make up dengan apik?

Lalu ketika ada perempuan yang penampilannya berbalik 180° dengan beauty standard langsung dikritik. Beauty standard itu siapa yang menciptakan? Siapa yang menciptakan indikator beauty adalah putih? 

Sebenarnya, tidak ada standard untuk sebuah kecantikan. Kita sendirilah yang terbelenggu terhadap stigma masyarakat yang menuntut demikian. Kita sudah terbiasa didoktrin dengan melihat model yang tubuhnya secara tidak sadar dijadikan sebagai kiblat beauty itu sendiri. Cantik ya seperti itu.

Bahkan brand kosmetik lokal jarang menggunakan figur "perempuan biasa" Mereka lebih sering menggunakan brand ambasador dengan kriteria yang telah disebutkan seperti beauty standard di atas.

Comments

Popular posts from this blog

 Sebenarnya siapa yang perlu dikasihani? Orang-orang Palestina telah jelas memperoleh tiket ke syurga dengan cara syahid. Sementara kita belum tau nanti akhir hidupnya seperti apa 😭
 How many times ‎do you need to be told ‎that God is close to you ‎before your heart is reassured? ‎His words, ‎“Surely I am near” ‎are preserved for eternity. ‎So when your heart quivers  ‎with uncertainty ‎look no further than His Book. ‎You can read it ‎a million times ‎and still find Him telling you ‎“Surely, I am near.” ‎“تَوَكُّل”