Skip to main content

[P A D A M U]


[P A D A M U]




Padamu aku teringat biru. Ruang percakapan yang perlahan berdebu, kenangan lama yang meninggalkan rasa kelabu, rintik hujan membawa sendu, secangkir teh hangat membawa pilu, dan lagu lama yang mengingatkan padamu.

Padamu aku teringat merah. Rasa ego yang memupuk amarah, bagaimana caraku membenarkan kerah bajumu, senja di sore hari yang merekah, pergelangan tangan penuh darah, dan cintaku yang tak pernah menyerah.

Padamu aku teringat hitam. Bersama bulan meninggalkan kelam, obrolan singkat tengah malam, menyelam mencari perasaan yang tenggelam, berlarian bersama gelap di heningnya diam, sendirian berlingkupi perasaan yang terpendam.

Padamu aku teringat coklat. Perihal hubungan yang telah tamat, hari-hari yang berlalu dengan begitu cepat, mata yang berlukiskan rasa tersesat, relung hati yang terasa sakit, dan jarak antara kita yang tidak dekat.

Padamu aku belajar melihat dunia dalam berbagai warna.

Padamu aku ingat kamu.

ー D

Comments

Popular posts from this blog

 Kita ga pernah tau orang-orang terpilih yang doanya mustajab di sisi Allah. Jadi, perhatikanlah bagaimana lisanmu terhadap sesama. Jangan sampai doanya menghambat dunia bahkan akhiratmu.
 Sebenarnya siapa yang perlu dikasihani? Orang-orang Palestina telah jelas memperoleh tiket ke syurga dengan cara syahid. Sementara kita belum tau nanti akhir hidupnya seperti apa 😭